Pagi ini, 73 tahun Indonesia telah merdeka. Seluruh perjuangan dan pengorbanan para pahlawan untuk mengibarkan sang saka bendera merah putih sebagai lambang pemersatu bangsa tak akan pernah terlupa. Mereka akan menjadi sebuah api pemantik semangat yang akan terus menyala di dalam dada. Sebuah janji kemerdekaan dan cita-cita yang dilahirkan oleh para pendiri bangsa akan terlunasi dengan pasti: melindungi segenap bangsa, memajukan kesejahteraan bagi semua, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan melaksanakan ketertiban dunia.
Jakarta (17/08) bertempat di lapangan BPOM RI, 73 tahun kemerdekaan negeri disyukuri dengan penuh khidmat oleh seluruh jajaran pimpinan dan karyawan BPOM RI termasuk didalamnya para Kepala Loka yang baru dilantik melalui pelaksanaan Upacara Bendera 17 Agustus 2018. Beragam pakaian adat dan tradisional yang dipakai oleh para peserta upacara menyiaratkan keanekaragaman yang indah dan tetap bersatu. Selaras pada satu barisan dalam kayanya budaya bangsa.
“Atas Nama Bangsa Indonesia. Soekarno-Hatta” akhir kalimat proklamasi tersebut dibacakan dengan penuh takzim oleh Penny K. Lukito yang bertindak sebagai inspektur upacara. Sementara komandan upacara dipimpin langsung oleh Bhakti Eri Nurmansyah, Kepala Sub Direktorat Pengamanan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, Kosmetik, dan Pangan Olahan.
Pada kesempatan ini, Kepala BPOM RI secara simbolis menyerahkan penghargaan Satya Lencana Karya Satya 10 tahun, 20 tahun, dan 30 tahun kepada Fahmi, Niza Nemara, dan Hendri Siswadi. Ini merupakan penghargaan yang diberikan kepada pegawai negeri sipil yang telah berbakti selama 10 atau 20 atau 30 tahun lebih secara terus menerus dengan menunjukkan kecakapan, kedisiplinan, kesetiaan dan pengabdian sehingga dapat dijadikan teladan bagi setiap pegawai lainnya.
Petugas Upacara Kemerdekaan ke-73 RI kali ini dilakukan oleh para CPNS BPOM RI 2018 serta para pimpinan eselon 2 BPOM. Khusus dalam Upacara ini dibentuk pasukan pengibar bendera (Paskibra) yang berasal dari generasi muda CPNS pembaharu BPOM kedepan. Terdapat dua pasukan utama yakni Pasukan 17 dan Pasukan 8. Kedua pasukan membuat sebuah formasi yang apik dan tertata dalam mengibarkan Bendera Merah Putih. Mereka berhasil menaikan sebuah lambang persatuan yang dahulu diperjuangkan oleh para pahlawan.
“Bagaimana jadinya saat ini jika dahulu para pahlawan tidak berhasil menaikan bendera ke ujung atas sana?”, sebuah pertanyaan retoris Aditya Anggana, Komandan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Upacara menyemangati.
“Kemerdekaan adalah tentang mengingat bagaimana perjuangan mereka. Kita menyadarinya dan menghargainya. Melakukan yang kita bisa dan kita mampu. Kita mungkin tidak dapat melakukan hal besar bagi negeri ini seperti para pahlawan melakukannya. Tapi kita yakin dari peran-peran kecil yang bisa kita lakukan dengan sepenuh hati untuk menghargai mereka dalam mengisi kemerdekaan akan menjadi upaya kita dalam melunasi janji kemerdekaan,” Ucap Aditya.
Merdeka Indonesia. Tetaplah berkibar di ujung atas sana merah putih, saat ini, hingga nanti, dan tanpa pernah berhenti. (HM-Hendriq)
Biro Hubungan Masyarakat dan Dukungan Strategis Pimpinan
